HARI ANTI NARKOBA INTERNATIONAL

  • on 17 Juli 2017
  • 0 Comments

SAMBUTAN PRESIDEN Rl DALAM RANGKA
PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL
Tahun 2017


Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayah-nya pada hari ini kita dapat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2017 dengan mengusung tema “Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat”.
Kejahatan narkotika sebagai kejahatan luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas negara telah mengarah terjadinya beberapa kejahatan lain misalnya terorisme, perdagangan orang dan lain-lain yang harus diatasi secara serius dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa, sehingga harus diberantas dan ditangani dengan pendekatan seimbang antara pengurangan pasokan dan pengurangan permintaan.
Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika memang perlu mendapatkan perhatian khusus, perlu saya ingatkan. 

pada Tahun 2014, saya menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba;
pada HANI Tahun 2015, saya menyatakan Perang Terhadap Narkoba;
pada HANI Tahun 2016, saya menyatakan Tindak Tegas Bandar Narkoba;
pada Tahun 2017, saya menyatakan Tindak Tegas Bandar, Selamatkan Penyalahguna, dan Buat Regulasi yang Memberikan Kepastian Hukum Baik Penegak Hukum maupun Bagi Masyarakat.
Saya ingatkan, Indonesia sampai dengan saat ini masih dalam kondisi Darurat Narkoba sehingga merupakan tanggung jawab kita semua untuk saling melindungi bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab BNN.
Untuk menanggulangi Indonesia Darurat Narkoba perlu dilakukan sejalan dengan pemerataan ekonomi berkeadilan sehingga kontribusi yang dilakukan BNN adalah sebagai berikut:
Melakukan upaya pencegahan agar biaya konsumsi narkoba dapat digunakan menjadi biaya konsumsi kebutuhan hidup;
Melakukan upaya alternative development dengan menggantikan tanaman ganja dengan tanaman lain yang bernilai ekonomis;
Meningkatkan upaya pemberantasan, pengawasan diperbatasan dan sosialisasi bahaya narkoba;
Melakukan penyempurnaan regulasi.

Tantangan saat ini adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sangat memprihatinkan, karena menyasar seluruh lapisan masyarakat mulai dari dewasa sampai dengan anak dari kota sampai dengan pelosok desa sehingga menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Bahkan saat ini beredar zat psikoaktif baru yang berbahaya dan termasuk narkotika. Menurut UNODC ditemukan 644 zat, sedangkan data dari Tiongkok ditemukan 800 zat, di Indonesia zat psikoaktif baru yang teridentifikasi berjumlah 65 zat dan di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika baru diatur sebanyak 43 jenis, sehingga perlu adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan.
Pada kesempatan yang baik ini mari kita tingkatkan peran serta dengan sekuat tenaga, potensi dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Semuanya harus berpartisipasi termasuk unsur pemerintahan dan masyarakat yang belum terlibat secara aktif, yaitu:
Masyarakat yang belum melaporkan saudaranya ke tempat rehabilitasi, agar segera melapor;
Masyarakat yang dilingkungannya mengetahui peredaran gelap narkotika, agar segera melapor;
Kementerian/Lembaga yang belum melaksanakan pencegahan dilingkungannya segera melaksanakan;
Pemerintah Daerah yang belum memfasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika segera melaksanakan fasilitasi;
Apabila sangat rawan unsur pemerintahan desa juga harus aktif dalam melaksanakan pencegahan dan koordinasi kepada aparat penegak hukum.
Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu untuk tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran gelap narkotika karena hukumannya sangat berat. Sehingga tepat apabila dikatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Untuk menangkal ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika perlu dilaksanakan upaya pencegahan yang dilakukan secara masif, berkesinambungan dan bersinergi di setiap lingkungan tempat tinggal.
Masyarakat perlu mendapatkan pemberdayaan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan keterampilan agar masyarakat tidak terlibat dalam peredaran gelap narkotika dan memilih penghidupan lain yang lebih baik.
Pemberantasan dan rehabilitasi perlu dilaksanakan secara sinergi untuk memutus jaringan bisnis bandar narkoba, memiskinkan bandar narkoba dan memulihkan Pecandu agar dapat meneruskan cita-citanya yang terenggut akibat penyalahgunaan narkotika.
Hadirin sekalian, dibutuhkan dukungan dan kerja sama yang baik dari unsur pemerintah, dan masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sehingga kita semua dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia yang menjadi cita-cita negara.
Untuk mewujudkan cita-cita negara, saat ini dilakukan revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk penguatan optimalisasi penegakan hukum dengan melibatkan instansi terkait, optimalisasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan peraturan perundang-undangan yang efektif menekan laju peredaran gelap narkotika.
Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para pihak yang berjuang untuk menanggulangi darurat narkoba dengan menghilangkan ego sektoral antar kementerian/lembaga dalam bentuk:
Pemberantasan jaringan narkoba dan pemiskinan bandar narkoba;
Operasi bersama penutupan celah penyelundupan narkoba;
Pemberdayaan generasi muda secara lebih kreatif;
Pengawasan dan operasi bersama di lembaga pemasyarakatan;
Penguatan lembaga rehabilitasi;
Upaya pemerintahan daerah melakukan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika; dan
penguatan peraturan perundang-undangan.

Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Gubernur Provinsi Maluku Utara, Wali Kota Surabaya, dan Bupati Tulung Agung yang memasukkan materi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) ke dalam kurikulum pelajaran.
Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada aparat penegak hukum dan masyarakat yang telah berjasa membongkar peredaran gelap narkoba sehingga aparat penegak hukum dan masyarakat dapat diberikan piagam, tanda jasa, premi, dan/atau bentuk penghargaan lainnya.
Saya meminta kepada seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat bersatu padu secara aktif untuk melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Pertama, masyarakat harus melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dengan membentuk relawan anti narkoba tingkat Rukun Tetangga,
Kedua, masyarakat agar melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dilingkungan tempat tinggal.
Ketiga, masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan keluarganya yang menjadi pecandu untuk dilakukan rehabilitasi agar menjadi pulih.
Keempat, meminta agar unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum memberikan perhatian untuk memiskinkan bandar narkoba dalam rangka penegakan hukum kasus tindak pidana pencucian uang.
Kelima, melakukan tindakan yang tegas kepada aparat penegak hukum yang terbukti melindungi bandar narkoba.
Keenam, melakukan penguatan pencegahan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui kurikulum dan sarana prasarana yang tersedia.
Dan yang terakhir, perjuangan untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika merupakan tanggung jawab bersama.
Hadirin sekalian, akhir kata semoga puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2017 yang mengusung tema “Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat”. Bisa kita jadikan momentum untuk melakukan aksi bersama membebaskan bangsa ini dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui upaya kita bersama.
Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb.

Presiden Republik Indonesia


Joko Widodo


Artikel Terkait

Artikel Lainnya +
FESTIVAL CIPTA, KREASI DAN INOVASI PANGAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL KARYA CIPTA ANAK BANGSA

SAMBUTAN WALIKOTA BATU
PADA ACARA FESTIVAL CIPTA, KREASI DAN INOVASI PANGAN BERBASIS BAHAN BAK

BENCHMARKING DIKLATPIM TINGKAT IV ANGKATAN XIV KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN KE KOTA BATU

SAMBUTAN WALIKOTA BATU
PADA ACARA BENCHMARKING DIKLATPIM TINGKAT IV ANGKATAN XIV KABUPATEN PAN

PELEPASAN KONTINGEN SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA MA'ARIF NU KOTA BATU

SAMBUTAN WALIKOTA BATU
PADA ACARA PELEPASAN KONTINGEN SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA MA'ARIF NU KOTA